Ekonomi Islam & Distribusi Kesejahteraan Indonesia

Dari: “Damai Hatiku di Yogyakarta: Marissa Haque Fawzi”

Kata Mbak Meta Thereskova salah seorang karibku di Yogyakarta: “…kan Yogyakarta memang istimewa?” Hehe…iya juga ya, bukankah Yogyakarta adalah DIY singkatan dari Daerah Istimewa Yogyakarta?

Di hari Minggu yang sepi di Pelangi Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, pada hari kedua pasca kepulangan dari Yogyakarta kemarin, masih terbayang suasana dan aura Yogya yang pada bulan Agustus 2011 ini semilir anginnya terasa sangat sejuk. Sambil membalas beberapa sms terakhir yang masih tersisa di dalam kedua HP ku, tangan ini pun terasa ingin cepat-cepat mengatur jadwal keberangkatan berikutnya untuk kembali ke Yogyakarta.

Yogya memang sekarang menjadi seperti rumah kedua kami (Ikang dan Marissa). Ada rasa damai-menyenangkan tertentu yang kami rasakan dikala bersentuhan dengan tradisi, alam, kultur, serta masyarakatnya di sana. Kesan mendalam kami bahwa masyarakat Yogya itu masyarakat hangat serta sangat santun. Bahkan Kak Rambe (dra. Mursida Rambe) sahabatku sejak lama seorang pejuang dan pengusaha BMT asal Sumatra Utara, karena sudah sejak SMA sekolah di Yogya dan menikah dengan seorang pria Yogya, sekarang sudah sangat ‘njaweni.’ Malah terkadang lebih Jawa dari orang Jawa yang asli.

marissa-haque-ikang-fawzi-pasangan_harmonis-20100821-001-kapanlagi2
Pada bulan Januari tahun 2011 lalu, Ikang Fawzi suamiku alhamdulillah berhasil mendapatkan gelar MBA nya dari FEB UGM dengan nilai ujian thesis ”A” bulat. Ikang suamiku memang selalu punya hati dan penuh perhatian pada bisnis properti yang telah dijalankannya sejak awal lulus S1 dulu dari FISIP UI bersama Ir. Ade Syamsul Nilwan Fawzi kakaknya yang menjadi seorang arsitek (lulusan FT Arsitektur UI). Insya Allah dalam bulan suci Ramadhan ini saya berhasil mengikuti langkah sukses Ikang Fawzi suamiku. Yaitu mendapatkan gelar MBA dari FEB UGM.

Lalu apakah saya juga mampu mendapatkan nilai kelulusan ujian thesis dengan juga bernilai ”A” bulat seperti Ikang suamiku? Hhhmmm…entahlah…terserah Allah SWT saja, dan terserah penilaian Dewan Penguji besok ini . Karenanya saya jadi lalu terngiang pesan atau wejangan dari Mamaku almarhumah asal Madura, R.Ay Mieke Soeharijah sebagai berikut: “… just do the best and Allah will do the rest!”

Penelitianku untuk MBA dari FEB (Fakultas Ekonomi Bisnis) UGM (Universitas Gadjah Mada) adalah tentang Baitut Tamwil atau Baitul Maal wa Tamwil. Sebuah lembaga keuangan mikro syariah non-bank di kota Yogyakarta bernama BMT Beringhardjo. Bagaimana strategi bersaing serta bertahan para kelompok penggiat BMT di seluruh Indonesia, dengan studi kasus di Yogyakarta . BMT yang selama ini terbangun secara alamiah serta tanpa sentuhan atau campur-tangan pemerintah pusat. Serta sampai hari ini menolak untuk diberlakukan sama denga perbankan pada umumnya yang berada di bawah PBI (Peraturan Bank Indonesia).

Namun, ditengah gempuran arus deras hot money dari luar negeri belakangan ini, melalui BEI (Bura Efek Indonesia) serta beberapa perbankan nasional dan asing yang turut masuk pada pasar yang sama ber’baju’ syariah serta memberikan penawaran lebih menarik berupa cost of money yang rendah. Hari ini, para penggiat BMT ini tidak bisa lagi beroperasi dengan cara tradisonal seperti biasanya di masa kejayaan masa lalu. Diperlukan “Strategy and Initiative Management Office.”

Bila sebelumnya seperti layaknya pengusaha kelas UKM dan UMKM, BMT sering menganggap tidak terlalu penting urusan strategi, maka pada masa borderless world sekarang ini strategi memaegang peranan signifikan dalam memenangkan persaingan serta mampu menjawab tantangan zaman.

Sejujurnya, BOS atau the Blue Ocean Strategy belum dibutuhkan pada level BMT. Karena dengan hampir 80% penduduk Muslim di Indonesia, BMT yang berlandaskan Islam secara otomatis menjadikan para pesaing dari lembaga keuangan konvensional menjadi “tidak relevan.”

Yang penting dalam kaitan keberadaan BMT agar berkelanjutan adalah, bahwa bagaimana setelah mereka tahu bahwa mereka baik, mereka juga tahu seberapa baik yang mereka inginkan ke depannnya (harus dicapai). Atau dalam bahasa ‘keren’nya adalah: “They know that they are good, but how good they really wanna be!” Tentu semuanya kembali kepada tujuan awal perusahaan didirikan atau dibentuk, berupa visi dan misi BMT.

Bersentuhan dengan Mazhab Bulaksumur di UGM, mengasah asa kepedulianku pada aliran Ekonomi Kerakyatan. Almarhum Prof. Mubyarto memang tidak pernah kutemui secara langsung, karena saya baru bergabung dengan UGM pada masa kurang dari empat tahun belakangan ini. Namun hampir seluruh buku yang dikarang dan ditulis beliau telah habis saya baca. Sehingga ketika saya memperdalam sistem ekonomi dalam Islam, langsung terasa ” klik” atau kohesif seluruh pemikiran beliau, mirip dengan yang apa yang ada di dalam Al Quran.

Seperti juga dalam banyak pemkiran Prof. Satjipto Rahardjo dalam ranah Ilmu Hukum, rasanya kok banyak sekali yang klik dengan pemikiran sistem hukum dalam Islam!

Lalu kesamaan di antara keduanya adalah, bahwa dua professor favoritku tersebut banyak dimusuhi oleh koleganya sendiri karena dianggap berpikir diluar kotak (out of the box). Namun, bukankah Rasulullah Muhammad SAW disaat menjalankan upaya dakwah rahmatan lil alamin nya juga berkondisi demikian?

Sehingga ketika datang pelecehan massal dari arah tak bertanggungjawab yang menuding bahwa saya mencari popularitas dengan memperdalam ekonomi Islam, lalu karena saya adalah artis tua yang sudah tidak laku lagi di sana-sini, maka walau hati ini terasa pilu namun langkah kaki tetap kuayuhkan secara mantap menuju ‘Muara” Sang Kekasih Abadi… Allah Azza wa Jalla.

Di sisa usiaku kini, masih ada beberapa cita-cita yang belum kesampaian. Salah satunya adalah menjadi ahli dalam strategi ekonomi syariah serta menjadi konsultan pada Bursa Efek Indonesia di Jakarta terkait the Islamic Index. Insya Allah demikian adanya, untuk hidup serta masa depanku di jalan Allah.

Seluruh ilmu yang kudapatkan di dalam pencapaiannya adalah dari Universitas Gadjah Mada di Yogayakarta (dan Jakarta). I wish Allah SWT will always bless UGM and Yogyakarta as well.

Amiiin…

“Damai Hatiku di Yogyakarta: Marissa Haque Fawzi”


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google


11 Responses to “Marissa Haque Fawzi: BMT dan Ujian MBA ku dari FEB UGM”
  1. 1
      Damay gerimis Says:

    Selamat ya mbak Icha..

  2. 2

    Selamat ya Bu…sukses selalu ya?

  3. 3
      Marissa Haque Says:

    Terimakasih sama sama ya?

  4. 4
      Cah Technic Says:

    Gue kerjain luh! Biar mampus suamimu muncul di BIL tapi ngaco

    Salam dari Damay dan Bayu di Tangsel

    http://joko-electro.blogspot.com/

  5. 5
      Marissa Haque Says:

    Yah…kami tahu kamu yang namanya Cah Pamulang lalu ngaku sebagai Linda Jalil Kakak Tiri Adjie Massaid almarhum, lalu tiba tiba ngaku sebagai Kang Pepih Nugraha! Saya sudah cek kepada keduanya ternyata bukan LInda ataupun Kang Pepih dari kompasiana.com. Kamu syaithon yang terkutuk ke;lihatannya yang mengganggu orang puasa di bulan Ramadhan ya?

  6. 6
      Marissa Haque Says:

    Kamu juga yang mencoba menghancurkan image baik kami kan dengan alamat: http://beritawa-baru.blogspot.com/2011/07/ikang-fawzi-is-back.html, buat apa? Kalau kamu ISlam yang baik tidak akan melakukan hal tersebut di bulan puasa dengan kebathilan tersebut!

  7. 7
      Y. Afriyandi Says:

    Selamat,..semoga tetep istiqomah memperjuangkan mico economic sebagai basis gerakan “wong cilik”,..Amin,..

  8. 8
      ikangdanmarissa Says:

    Mohon doanya ya? Lusa saya ujian sidang MBA di FEB UGM…Ya allah… kenapa ya nervous sekali rasanya….

  9. 9
      ikangdanmarissa Says:

    Mohon doanya ya? Lusa saya ujian sidang MBA di FEB UGM…Ya Allah… kenapa ya nervous sekali rasanya….

  10. 10

    aslmkummm mb ichaa..

    bangga dan bahagia bisa mengenal sosok mb icha…

    sosok yg sangat berkarakter, bersahaja, selalu down to earth, dan cerdas serta ramahhh..

    sebuah silahturahmi yang indah, yg saya yakini sbg pembuka jalan utk saling transfer energi positif..:)

    sukses yaa mbaaa untuk A nya!!!!
    u deserve to it!

    salam hangat kami utk mb icha sekeluarga…

    sukses dan berkah selaluuu

  11. 11
      Marissa Haque Says:

    Subhanallaaaah…saya yang senang berkenalan dengan njenengan sekeluarga. Hari ini dan masa depan hari yang penuh harapan untuk Indonesia terus melangkah menuju perbaikan berkelanjutan ya?

    Semoga keadilan, kejujuran, dan kesempatan yang sama didapatkan sebagai harapan dan perilaku yang tampak bagi kemakmuran yang berkeadilan bagi kita semua di manapun berada ya?

    Salam kasih dan sukses selalu, semoga Mas Hanafi Rais jadi Walikota Yogyakarta ya?

    Allahu Akbar!

    Marissa dan Ikang